ProsedurVBAC ini harus dilakukan bila ibu hamil melahirkan di rumah sakit dengan kamar operasi yang tersedia 24 jam untuk tim medis. Sementara bila ibu ingin melahirkan di rumah dengan prosedur ini, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Kita ingin ke depannya itu Rumah Sehat Untuk Jakarta tetap ada terus, tapi yang kita butuhkan adalah membangun kesadaran berupaya untuk menjaga kesehatan preventif dan promotif," jelas dia. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, baru saja mengganti nama rumah sakit umum daerah (RSUD) milik DKI di lima wilayah Jakarta GPMSB. ​​​​​​​Aku mengetahui apa itu VBAC semenjak mempunyai 2 anak, itu pun hanya sebatas tahu saja. VBAC Vaginal Birth After Cesarian ialah melahirkan normal setelah pasca operasi kehamilan ke-3​​​​​​ aku merasakan lelah karena bayi yang begitu aktif. Pada Minggu ke-32 lahirlah anak ke-3 dengan operasi sesar dikarenakan KPD ketuban pecah dini dan Prematur. Itulah pengalamanku yang pertama di ruang operasi, rasanya tak mau terulang anak sebelumnya dilakukan dengan normal, itu pun di bidan walaupun ke DSOG hanya sebatas untuk USG. Kelahiran anak ke-3 membuatku trauma akan halnya ruang VK, dan memutuskan untuk menjaga jarak, karena di kelahiran anak ke-3 ku, aku harus berjauhan selama 14 hari karena bermasalah dengan jelas karena ia lahir prematur dan infeksi akibat terlalu lama dikeluarkan dari perutku. Itu pun terancam juga dengan detak jantung yang semakin melemah. Akhirnya, aku bertekad untuk menjaga baik-baik dia walaupun kondisi tubuh masih kurang baik. 15 bulan usianya aku hamil sebulan rasanya tak bisa dibayangkan antara senang campur sedih. Saya masih ketakutan mengingat ruang operasi. Memang seperti itu rasanya masuk ruang operasi, pasti seluruh tubuh dingin dan aku mulai kembali membuka website tentang VBAC dan beberapa grup yang aku follow di Facebook, rasanya semakin menambah ilmuku untuk memantapkan diri. Lebih dari 5 bidan aku kunjungi dan lebih dari 3 DSOG mereka menolakku untuk melahirkan normal karna jarak yang sangat dekat kurang dari 2 tahun. Bidan hanya bisa membantuku 5 tahun usianya, sedangkan dokter 3 tahun minimal lelah sekali setelah hati ini mantap untuk melahirkan normal karena aku tak mau kembali ke ruangan operasi sebelum mencobanya. Jika di pertengahan melahirkan ada kendala dengan pasrah aku serahkan jalan yang terbaik. Hari H pun tiba, akhirnya aku masuk juga di ruang VK dengan rasa waswas. Banyak tenaga kesehatan mengkhawatirkan kondisiku dengan jarak dekat ingin normal. Waktu 30 menit di pembukaan lengkap menanti DSOG, suster tak mau mengambil risiko mengeluarkan bayiku karena itu wewenang pun harus sabar selama 30 menit padahal posisi kepala bayi sudah sangat terlihat keluar, sekali hentakkan dapat keluar. Tetapi saya tetap menahannya karena khawatir dengan jahitan sesarku. Akhirnya, persalinanku pun spontan ketika dokter datang. Beberapa tips dan trick untuk sukses VBAC 1. Jaga jarak, kalau sudah terlanjur hamil, maka edukasi diri;2. Perkuat ilmu untuk banyak buka-buka website dan membaca kisah-kisah VBAC dan lainnya;3. Hindari Induksi Persalinan karena ini tidak dianjurkan, induksi mengakibatkan robeknya bekas luka sesar karena induksi itu mulesnya terasa 2x mules alami;4. Percaya diri akan membantu menjauhkan Anda dan bayi dari rasa stres;5. Dukungan dari tenaga kesehatan nakes dan keluarga sangat penting untuk mencapai tujuan akhirnya. Dukungan keluarga paling dekat ialah seorang suami yang harus terus menyemangati istrinya;6. Untuk rumah sakit, carilah rumah sakit yang mendukung walaupun sangat jarang untuk mendapatkan nakes VBAC. Cobalah terus berusaha jangan mudah putus asa;7. Jika Anda memiliki kenangan yang sangat traumatis di rumah sakit sebelumnya, atasi trauma itu dulu. 4 menit membaca Ibu yang melahirkan dengan operasi caesar sering kali dianggap mau enaknya saja. Padahal, rasa sakit di akhir dan pemulihannya justru lebih lama. Tak heran metode bersalin ini membuat sebagian wanita merasa trauma. Lantas, bisakah melahirkan normal setelah caesar? Selama ini, ibu yang pernah melahirkan caesar dianjurkan untuk bersalin dengan metode sama di kehamilan berikutnya. Itupun harus diberi jarak, paling tidak 2 tahun setelah kelahiran anak pertama. Namun, melansir dari laman Healthline, American Congress of Obstetricians and Gynecologists ACOG, sangat mungkin seorang wanita melahirkan normal setelah caesar. VBAC Vaginal Birth After Caesarean adalah istilah yang merujuk pada proses melahirkan normal setelah persalinan sebelumnya dengan operasi caesar. Para ahli kesehatan berpendapat bahwa VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman untuk dilakukan. Bahkan menurut data yang dipaparkan Web MD, sudah ada 75 persen wanita berhasil melakukan VBAC. Untuk bisa sukses melahirkan dengan prosedur VBAC, ada beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi para ibu. Sebab, bekas sayatan operasi caesar ini rentan terbuka dan menimbulkan robekan pada rahim, jika kamu punya riwayat kesehatan tertentu di persalinan sebelumnya. Alasan Perlu VBAC Melahirkan caesar bukan perkara mudah. Walaupun dalam prosesnya tidak meimbulkan rasa sakit seperti bersalin normal, tetapi pasien harus dihadapi oleh horornya meja operasi, peralatan bedah, suntikan epidural, hingga selang kateter. Dengan kata lain, hal-hal tersebut membuat beberapa ibu trauma cukup mendalam. Wajar jika pada kehamilan selanjutnya, para ibu caesar berpikir untuk melakukan VBAC bila memungkinkan. Selain dengan alasan trauma, VBAC juga memberi keuntungan secara fisik yang tidak dirasakan ketika melahirkan lewat operasi seperti dulu. Berikut di antaranya Waktu pemulihan lebih singkat. Moms tidak akan tinggal lebih lama di rumah sakit setelah VBAC. Menghindari operasi akan membantu memulihkan energi dan stamina lebih cepat, serta mengurangi biaya melahirkan melalui caesar. Dampak pada kehamilan berikutnya. Jika moms berencana memiliki keluarga besar, VBAC dapat membantu menghindari risiko beberapa kali operasi caesar. Menghindari risiko infeksi akibat operasi. Luka akibat sayatan pisau bedah apabila tidak dirawat dengan baik, akan menimbulkan risiko infeksi di kemudian hari. Karena itu, melahirkan normal adalah salah satu pilihan yang memiliki risiko infeksi minimal. Baca juga Jelang Melahirkan, Siapkan Dana Untuk 7 Hal Ini Syarat Agar Bisa Melakukan VBAC Berencana melahirkan dengan prosedur VBAC? Satu hal yang perlu diketahui, rumah sakit atau klinik bersalin umumnya tidak menganjurkan kamu untuk menjalani VBAC jika sudah pernah melahirkan caesar lebih dari 2 kali. Di samping itu yang tak kalah pentingnya, kamu juga perlu memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini sebelum melakukan prosedur VBAC Jarak persalinan normal dengan persalinan caesar idealnya 18-24 bulan. Ada pula yang mengatakan setelah 18 atau 24 bulan, baru hamil lagi agar lebih aman. Punya sayatan caesar berbentuk transversal rendah horizontal. Sebab jika sayatan vertikal di rahim atas sayatan klasik atau berbentuk T’, memiliki risiko lebih besar terjadinya pecah rahim. Belum pernah menjalani operasi besar apapun di rahim, misalnya seperti miomektomi untuk mengangkat fibroid miom. Memiliki panggul cukup besar untuk memungkinkan bayi melewatinya dengan aman. Meski tidak ada cara pasti untuk mengetahuinya, dokter yang akan memeriksa panggulmu dan memastikannya. Tidak diperbolehkan bagi yang pernah mengalami pecah rahim atau masalah kebidanan seperti plasenta previa atau miom besar, yang akan membuat persalinan normal lebih berisiko. Sebaiknya bobot tubuh bayi tidak melebihi 4 kg, posisi normal atau tidak sungsang, ari-ari tidak menutupi jalan lahir placenta previa. Tips Sukses Melahirkan VBAC Melahirkan secara VBAC butuh pengawasan dari dokter sejak masa kehamilan. Jika kamu memenuhi kriteria untuk melahirkan normal setelah caesar, bulatkan tekad sembari melakukan beberapa tips sukses VBAC berikut ini Pilih RS dan dokter pro VBAC Langkah pertama agar sukses melahirkan normal setelah caesar, pilih rumah sakit dan dokter yang memang pro VBAC. Dengan begitu, kamu bisa dimotivasi secara fisik maupun mental hingga berhasil melalui proses persalinan tersebut. Rajin berolahraga Melahirkan normal, terlebih VBAC membutuhkan banyak usaha untuk mengoptimalkan tubuh ibu dan bayi agar siap menghadapi proses demi prosesnya. Semisal kepala bayi yang harus sudah menghadap rahim pada akhir trimester. Kunci satu-satunya, rajin berolahraga seperti yoga prenatal. Olahraga dengan gym ball juga dapat melenturkan bagian pinggang, pinggul serta miss V, lho. Sehingga ibu tak perlu berlama-lama merasakan kontraksi, karena pembukaan sampai lengkap akan lebih cepat. Hindari induksi persalinan Pada hari H, sebisa mungkin hindari induksi persalinan. Sebab induksi dapat meningkatkan risiko pecahnya bekas luka dan meningkatkan kemungkinan bahwa proses persalinan akan berakhir dengan SC kembali. Dalam banyak kasus VBAC, menunggu proses persalinan berjalan sealami mungkin merupakan pilihan paling aman. Baca juga Film Dua Garis Biru Booming, Ternyata Ini Risiko Hamil Terlalu Dini Percaya diri Buang rasa takut dan khawatir jauh-jauh. Percayakan dokter yang kamu pilih untuk memantau kehamilan sampai proses VBAC dilakukan. Bila tidak ada indikasi serius pada kehamilan, kenapa harus ragu melahirkan normal setelah caesar? Sukses atau tidaknya VBAC, tergantung pada kesiapan fisik dan mental masing-masing ibu. Maka selama masih ada waktu, perkaya referensi tentang cara persalinan ini. Bila akhirnya berhasil VBAC, kemungkinan untuk melahirkan normal lagi amatlah besar. Jadi untuk para ibu yang tengah berjuang untuk bisa menjalani VBAC, semangat dan pasti bisa! Lebih seperti ini Tentang kami Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang BerandaKontesResepMakananPanduanTopikArtikelBidan pro VBAC daerah bekasiTulis tanggapanbu kalo mau VBAC sangat dianjurkan utk di RS yg dokter anestesinya stand bye. seandai gagal VBAC langsung tindakan SC. itu yg saya bacabidan pro vbac mau tanya bunda2 dsni tau ga bidan yg pro vbac d daerah pulogebang jakarta timur ? pro VBAC. ass.... bunda2 yg tinggal di daerah bandung, share dong pengalaman VBAC kalian, dengan bid... Provider yang Pro VBAC Mom, sharing dong perihal bidan atau nakes yang pro VBAC daerah Cibinong,Kab.... RS PRO VBAC DI BLITAR Assalamualaikum bunda semua, adakah info atau rekomendasi rs / bidan yang pro... dokter spog pro vbac di bekasi timur Bunda mau tanya dong, dokter obgyn yg pro vbac di daerah bekasi... Bisakah saya melahirkan normal? Jika... Hi, Parents! Salam kenal, saya Judio,SpOG Semoga s... Membunuh hewan karna kesal Halo bunda"' mau tanya nih , saya kan hamil udah 26 wekmau 27 wek , nah k... Solusi asi tidak lancar Halo bunda".. Saya sedih banget karena asi kurang lancar.. Ini hasil saya p... Artikel?BerandaJajak Foto kepada pasangan Sabai Morscheck dan Ringgo Agus Rahman! Diketahui Sabai melahirkan anak kedua pada 30 Oktober 2020 pukul di Brawijaya Hospital Saharjo. Ringgo mengunggah Instagram Story mengumumkan bahwa buah hati dan istrinya dalam keadaan sabai morscheck Foto persalinan kedua ini, Sabai melahirkan secara normal setelah sebelumnya menjalani caesar pada persalinan pertamanya. Jika Moms sudah menjalani proses melahirkan caesar biasa disebut c-section, Moms mungkin dapat melahirkan bayi berikutnya secara normal. Ini disebut Vaginal Birth After Cesarean VBAC atau kelahiran vagina setelah North American Journal of Medical Sciences, kelahiran vagina setelah operasi caesar VBAC adalah salah satu strategi yang dikembangkan untuk mengendalikan peningkatan tingkat operasi caesar CSs.Kelahiran caesar merupakan sebuah proses operasi di mana bayi Moms dilahirkan melalui sayatan yang dibuat oleh dokter di perut dan rahim Juga Gairah Seks Menurun Usai Melahirkan, Apakah Ini Normal?Diketahui bahwa 7 dari 10 wanita lebih dari 70 persen yang mencoba VBAC berhasil melahirkan bayi mereka. Namun VBAC tidak bisa dilakukan pada semua faktor-faktor tertentu, seperti bekas luka rahim berisiko tinggi, yang dapat menurunkan kemungkinan VBAC bagi kita dan membuatnya sebagai pilihan yang tidak rumah sakit tidak menawarkan VBAC karena tidak memiliki staf atau sumber daya untuk menangani seksio darurat. Jika Moms mempertimbangkan VBAC, Moms harus berkonsultasi dengan dokter terlebih Ibu Hamil Memilih VBACFoto VBAC Foto Orami Photo StockBeberapa ibu hamil mungkin mempertimbangkan VBAC karena berbagai alasan, seperti berikut Waktu Pemulihan Lebih SingkatMoms akan memiliki masa pemulihat yang lebih pendek setelah melakukan VBAC daripada yang jika Moms melakukan operasi caesar kembali. Menghindari operasi akan membantu kita melanjutkan aktivitas normal lebih cepat, serta mengurangi biaya Kesempatan yang BerhargaBagi sebagian besar wanita, penting untuk menjalankan persalinan melalui Juga Hamil Tua? Kenali Tanda-tanda Mau Melahirkan Ini3. Dampaknya pada Kehamilan SelanjutnyaJika Moms berencana untuk memiliki keluarga yang lebih besar, VBAC dapat membantu untuk menghindari beberapa risiko karena kelahiran sesar, seperti jaringan parut mungkin menyulitkan pembedahan tambahan dan meningkatkan risiko masalah plasenta pada Risiko Komplikasi Bedah yang Lebih RendahPersalinan pervaginaan memiliki tingkat perdarahan, infeksi, pembekuan darah yang lebih rendah pada satu atau lebih vena dalam tubuh deep vein thrombosis, dan cedera pada organ perut, seperti kandung kemih atau Moms bisa tahu jika VBAC Tepat untuk Moms?Foto VBAC Foto Orami Photo StockBicaralah dengan dokter jika Moms berpikir untuk memiliki VBAC sebagai proses persalinan selanjutnya. Penyedia layanan kesehatan akan membantu Moms melihat risiko dan risikonya rendah dan peluang untuk memiliki VBAC sukses tinggi, maka Moms dapat memutuskan bahwa VBAC tepat untuk pernah memiliki kelahiran vagina hanya memiliki satu operasi cesar di masa lalu dengan sayatan melintang rendah juga disebut potongan bikini. Ini berarti potongannya horizontal sisi-ke-sisi dan rendah pada uterus. Ini adalah jenis sayatan cesar yang paling umum. Biasanya berdarah kurang dari sayatan lainnya. Ini juga membuat bekas luka yang lebih kuat pada rahim, yang membuatnya cenderung dan bayi dalam kondisi sehat selama Moms untuk melahitkan dengan VBAC kemungkinan tidak akan berhasil jikaMoms memiliki kondisi yang sama dalam kehamilan ini yang membuat operasi caesar diperlukan pada kehamilan sebelumnya. Misalnya, bayi memiliki masalah dengan detak jantungnya atau posisinya berbaring miring di dalam telah melewati HPL atau persalinan Moms dilakukan dengan gemuk, jika Moms mengalami obesitas, memiliki jumlah lemak tubuh berlebih dan indeks massa tubuh juga disebut BMI adalah 30 atau lebih preeklamsia, ini adalah kondisi yang dapat terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan atau tepat setelah kehamilan. Hal ini terjadi ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi dan tanda-tanda bahwa beberapa organnya, seperti ginjal dan hatinya, mungkin tidak berfungsi dengan baik. Tanda-tanda preeklampsia termasuk memiliki protein dalam urin, perubahan penglihatan dan sakit kepala dari kehamilan selanjutnya ke kehamilan Moms yang sekarang kurang dari 19 dikandungan sangat sakit atau pusat persalinan tempat Moms melahirkan tidak siap untuk menangani operasi caesar darurat jika aman untuk menjalankan VBAC jikaMelahirkan dengan teknik operasi cesar di masa lalu dan sayatan tidak melintang ruptur uterus pada kehamilan sebelumnya. Ini adalah saat di mana rahim robek saat persalinan, namun sangat jarang menjalani operasi ekstensif pada kondisi kesehatan atau komplikasi tertentu selama kehamilan, seperti diabetes, penyakit jantung, herpes genital atau plasenta previa, yang membuat operasi caesar Juga Tidak Ingin Melahirkan Caesar, Ini 3 Persiapan Melahirkan Normal yang Harus DilakukanKeuntungan Melakukan VBACFoto VBAC Foto Moms sukses melahirkan dengan teknik VBAC, manfaat yang akan dimiliki sebagai berikutTidak ada operasi perutPeriode pemulihan lebih pendekRisiko infeksi lebih rendahLebih sedikit kehilangan darahBanyak wanita ingin memiliki pengalaman persalinan pervaginam, dan ketika berhasil, VBAC memungkinkan beberapa hal dari American College of Obstetricians and Gynecologists, wanita yang berencana memiliki lebih banyak anak, VBAC dapat membantu mereka menghindari masalah kesehatan tertentu yang terkait dengan kelahiran caesar ini dapat termasuk cedera usus atau kandung kemih, histerektomi, dan masalah dengan plasenta pada kehamilan berikutnya. Jika Moms tahu bahwa menginginkan lebih banyak anak, ini dapat menentukan keputusan Persalinan dengan VBACFoto VBAC Foto dapat memiliki beberapa risiko, jika Moms dan bayi sehat selama kehamilan. Risiko-risiko yang bisa terjadi termasukPersalinan tidak berjalan baik dan Moms tetap membutuhkan operasi cedera, dan kehilangan pecah. Meskipun jarang terjadi, tetap bisa mengancam Bekas Sayatan Caesar Sebelumnya Penting untuk VBAC?Foto VBAC Foto melahirkan sesar, Moms akan memiliki bekas luka di kulit dan bekas luka di rahim. Beberapa bekas luka rahim lebih mungkin menyebabkan robek selama VBAC daripada yang bekas luka tergantung pada jenis luka di rahim1. Transversal RendahMerupakan jenis sayatan miring ke samping yang dibuat melintasi bagian bawah rahim yang lebih rendah dan lebih tipis. Ini adalah jenis sayatan yang paling umum dan memiliki kemungkinan paling kecil untuk pecah di masa Vertikal RendahPotongan naik-turun yang dibuat di bagian bawah rahim yang lebih tipis. Jenis sayatan ini memiliki risiko pecah lebih tinggi daripada sayatan transversal yang Vertikal TinggiAtau yang biasa disebut "klasik" merupakan potongan naik-turun yang dibuat di bagian atas rahim. Sayatan ini kadang-kadang dilakukan untuk kelahiran sesar yang sangat prematur. Sayatan ini memiliki risiko pecah Juga Bagaimana Cara Melahirkan Normal Setelah Caesar?Bagaimana Bisa Mengetahui Jenis Sayatan Sebelumnya?Foto VBAC Foto tidak bisa mengatakan potongan apa yang dibuat di dalam rahim dengan melihat bekas luka di kulit. Namun catatan medis dari persalinan sebelumnya akan memiliki cakupan informasi ide yang bagus untuk mendapatkan catatan medis tentang persalinan sesar sebelumnya sehingga dokter kandungan kita dapat Mana Moms Bisa Melakukan VBAC?Foto VBAC Foto Orami Photo StockVBAC harus dilakukan di rumah sakit yang dapat menangani situasi darurat yang mengancam kehidupan ibu atau janinnya. Beberapa rumah sakit mungkin tidak menawarkan VBAC karena staf rumah sakit tidak merasa dapat menyediakan jenis perawatan darurat dan dokter kandungan atau profesional perawatan kesehatan lainnya harus mempertimbangkan sumber daya yang tersedia di rumah sakit yang untuk Melakukan VBACFoto VBAC Foto sebelumnya Moms pernah menjalani operasi caesar dan hamil, mungkin ingin mulai membicarakan VBAC pada kunjungan pranatal pertama. Diskusikan kekhawatiran dan harapan Moms dengan dokter kandungan yang ia memiliki riwayat medis lengkap kita, termasuk catatan operasi caesar sebelumnya dan prosedur uterus lainnya. Penting untuk terus mendiskusikan risiko dan manfaat VBAC selama kehamilan, terutama jika faktor risiko tertentu Moms memilih VBAC, tingkatkan peluang untuk mendapatkan pengalaman yang positifPelajari tentang VBAC. Ambil kelas persalinan di untuk melahirkan bayi di rumah sakit yang lengkap. Carilah fasilitas yang dilengkapi untuk menangani operasi caesar persalinan dimulai secara alami, jika bisa. Persalinan yang diinduksi atau ditambah akan mengurangi kemungkinan fleksibel, beberapa komplikasi kehamilan atau persalinan mungkin memerlukan operasi caesar. Misalnya, Moms mungkin memerlukan operasi caesar jika ada masalah dengan plasenta atau tali pusat, bayi dalam posisi abnormal, atau persalinan yang gagal Juga Lebih Sakit Melahirkan Normal atau Caesar? Cari Tahu Jawabannya di Sini!Itu dia Moms beberapa hal yang perlu diketahui mengenai VBAC. Assalammualaikum, lama rasanya tidak menyapa pembaca Alhamdulillah hari Senin tanggal 4 November 2019 pukul kemarin, telah lahir bayi laki-laki dengan berat 3,229 kg dan panjang 48 cm. Bayi lahir secara normal, VBAC di salah satu rumah sakit di Depok. Bersyukur banget karena akhirnya bisa VBAC, sebuah proses persalinan yang saya impikan sejak awal tahu kalau sedang hamil. Dua kali persalinan, yaitu anak pertama normal induksi, dan anak kedua sc, membuat saya merasakan sendiri plus dan minusnya masing-masing proses persalinan. Pengalaman setiap ibu hamil memang berbeda-beda. Sekalipun proses persalinannya sama. Oleh karena itu, pengalaman pribadilah yang saya gunakan untuk memilih proses mana yang sesuai dengan kondisi keluarga dan tubuh saya. Apalagi ketika sc anak kedua terjadi bukan karena penyulit yang berasal dari tubuh seperti panggul sempit. Oleh karena itu, saya masih bisa bermimpi untuk melahirkan normal untuk anak berikutnya. Pencarian tenaga kesehatan yang pro VBAC pun dimulai. Di rumah sakit swasta di Jogja, saya tidak berganti dokter kandungan. Saya kontrol kehamilan ke dokter yang sama sejak anak kedua dulu. Dokter di Jogja suport VBAC dengan syarat melihat ketebalan rahim menjelang persalinan agar jahitan tidak robek. Saya juga diberikan berbagai tips agar VBAC berjalan dengan lancar. Salah satunya adalah kontraksi alami harus terjadi bukan diinduksi, dan berat badan janin tidak terlampau besar. Sedangkan dokter kandungan di Depok yang saya temui juga suport VBAC dengan syarat kepala janin sudah masuk panggul di minggu ke-38. Sampai waktu kontrol berikutnya yaitu minggu ke-38, kepala janin masih belum masuk panggul. Dokter menyarankan untuk memilih tanggal sc. Saya dan suami masih ingin menunggu kontraksi datang hingga HPL. Tapi ternyata dokter berkata bahwa tanggal 5-16 November ia tidak ada di rumah sakit, alias cuti. Ya Allah ternyata di tanggal HPL ku, dokter justru tidak ada. Saat itu aku tidak menanyakan apakah ada dokter pengganti, atau harus bagaimana jika kontraksi datang di tanggal tersebut. Kami hanya menyampaikan bahwa minggu depan akan kontrol lagi dan melihat apakah kepala janin sudah masuk panggul. Sampai rumah, saya langsung bertanya di WAG Blogger Depok City, adakah dokter yang mereka kenal di Hermina Depok yang support VBAC. Saya berniat ganti dokter yang di tanggal HPL ada di tempat. Salah seorang blogger menyebutkan satu nama dokter. Berbekal nama tersebut, saya dan suami menemuinya untuk kontrol. Saat itu Rabu malam, dan dokter tersebut menyatakan kepala janin sudah terkunci di panggul meskipun belum masuk. Ketuban banyak, plasenta di atas dan masih bagus. Ada sedikit pengapuran di plasenta, tapi masih dalam batas wajar. Dokter berani untuk support VBAC. Saya diminta kontrol per minggu. Tapi jika sudah ada kontraksi atau tanda-tanda melahirkan, maka diharapkan segera ke rumah sakit. Saya mengiyakan. Alhamdulillah satu kendala terlewati, setidaknya ada dokter kandungan yang ada di tempat jika saya melahirkan di HPL. Pengalaman VBAC, lahir minggu ke-39 Kisah VBAC ku Saya menjalani hari-hari seperti biasa, sambil berkomunikasi dengan janin agar lahir setelah Kakaknya pentas assembly hari Senin. Saya masih harus mendandani Kakak, dan ingin menonton Kakak pentas. Siapa sangka hari Minggu kontraksi sudah berlangsung tiap jam, sepanjang hari. Puncaknya pukul 12 malam, kontraksi mulai merapat menjadi 30 detik per 10 menit. Saya tetap berbaring di kamar walaupun tidak dapat tidur nyenyak, sambil menghitung apakah kontraksi semakin rapat atau tetap per 10 menit. Alhamdulillah sampai pagi, kontraksi tetap per 10 menit. Saya sempat mendandani Kakak, dan ia berangkat duluan bersama Ayahnya. Siapa sangka kontraksi semakin cepat yaitu per 5 menit. Wah, bakal lahiran hari ini nih, batin saya. Saya masih sempat mandi pagi, sarapan, lalu mengantar anak kedua untuk melihat sang Kakak pentas. Sampai di sekolah Kakak, saya hanya menunggu di parkiran karena sudah tidak kuat naik ke lantai 3 tempat aula berada. Kakak pentas di aula tersebut. Di mobil, saya masih menghitung kontraksi menggunakan aplikasi Contraction Timer Durasinya masih 30 detik dengan frekuensi kadang per 5 menit, kadang per 10 menit. Alhamdulillah pukul 9 pagi assembly Kakak sudah selesai. Saya hanya bisa menyaksikan foto dan video yang dikirim oleh suami. Begitu suami dan anak kedua sampai mobil, kami langsung menuju RS Hermina Depok. Kontraksi sempat datang saat saya turun dari kendaraan. Satpam yang melihatnya menawarkan untuk menggunakan kursi roda, tapi saya berkata masih kuat berjalan sendiri. Begitu sampai di lantai 2, saya sudah disambut oleh satpam perempuan di lantai tersebut. Ia menemani hingga ke ruang bersalin. Sampai di ruang bersalin, janin diobservasi menggunakan alat yang entah apa namanya. Denyut jantung janin terdengar dan tercatat di alat tersebut. Kemudian ada angka sekian persen yang entah pula menunjukkan apa. Bila kontraksi sedang berlangsung, angka persen itu naik hingga pernah mencapai 60%. Bidan mengatakan bahwa kondisi janin bagus. Lalu saya menanyakan sudah bukaan berapa, dan bidan pun mulai memeriksa. Ternyata sudah bukaan 5. Alhamdulillah, Allahu Akbar! Afirmasi itu benar-benar terjadi. Saya kerap mengajak ngobrol janin agar ke rumah sakit di atas bukaan 4 saja, supaya tidak terlampau lama menunggu persalinan. Bidan menanyakan saya jadinya mau melahirkan dengan bantuan dokter kandungan yang mana. Dokter pertama belum cuti. Kalaupun cuti ternyata ada dokter pengganti. Akhirnya saya memutuskan dengan dokter pertama saja karena sudah lebih sering kontrol dengan beliau. Tak lama, yaitu pukul 11-an sudah bukaan 6 menuju 7. Bidan menelepon dokter kandungan dan beliau meminta agar ketuban dipecahkan =. Saya tidak tahu apa tujuannya. Bidan hanya berkata agar kepala janin cepat turun ke bawah. Padahal sewaktu anak pertama dulu, ketuban pecah berbarengan dengan keluarnya janin. Setelah ketuban dipecahin, enggak lama kemudian sudah bukaan 9. Lalu bukaan 10. Sayang dokter belum datang. Bidan mengatakan kepala bayi belum terlihat sehingga saya enggak boleh ngeden. Padahal rasa ingin ngeden sudah sangat tidak dapat dikontrol. Jadilah beberapa kali saya tetap mengejan. Antara percaya enggak percaya, apakah kepala beneran belum terlihat atau karena dokter kandungan belum datang, alasan dari saya tidak boleh mengejan dulu. Akhirnya dokter datang juga dan saya diposisikan untuk lahiran. Setelah mengejan dua kali, lahirlah bayi laki-laki. Alhamdulillah Allahuakbar. Ahmad Bintang Pradipta Setelah bayi lahir, plasenta pun dilahirkan. Ternyata saya mendapat jahitan lumayan banyak. Disuntik dulu agar sewaktu dijahit tidak sakit. Kemudian entah rahim atau daerah jalan lahir dibersihkan lagi menggunakan tangan dokter. Rasanya masyaallah. Setelah bayi ditimbang dan dicek APGAR, bayi dibawa ke saya untuk IMD. Dek bayi memang belum berhasil menemukan aerola, tapi setidaknya ia berusaha. Setelah itu, bayi dibawa ke kamar bayi untuk observasi selama 6-8 jam agar ibunya bisa beristirahat dulu. RS Hermina tidak memberikan susu formula selama bayi di kamar bayi, karena masih ada simpanan lemak tubuh. Saya dibawa ke kamar rawat inap beberapa saat setelahnya. Alhamdulillah bisa istirahat sebentar walaupun agak khawatir karena belum bertemu bayi. Malamnya, anak-anak datang ke RS bersama ibu saya. Mereka excited bertemu dengan adiknya di ruang bayi. Beberapa Hal Penting Jika Ingin VBAC 1. Jarak Persalinan Bukan rahasia kalau persalinan sc ke persalinan berikutnya disarankan setelah 2 tahun. Apalagi untuk yang mau VBAC. Diharapkan setelah 2 tahun, jahitan sc dalam kondisi bagus, tidak mudah robek sehingga tidak berisiko mengalami perdarahan rahim. 2. Mencari Nakes Proses pencarian nakes dan provider memang gampang – gampang susah. Enggak semua nakes mau ambil risiko VBAC. Ada teman yang bercerita bahwa dokter kandungan yang ia temui tidak suport VBAC. Entah karena kondisi tertentu pada ibu dan janin, atau karena hal lain. Cara mencari nakes dan provider nya bagaimana? Kamu bisa tanya ke teman-teman, saudara, atau tetangga yang sebelumnya pernah VBAC. 3. Baca-Baca Tentang VBAC Ini salah satu tips yang disampaikan oleh Dsog saya di Jogja. Saya disarankan untuk mencari informasi mengenai VBAC. Agar ibu berdaya, agar ibu tahu harus ngapain saja untuk mempermudah proses VBAC. Di awal kehamilan saya disarankan minum minimal 2 liter per hari, tidak boleh menahan pipis, dan tidak boleh berhubungan intim terlebih dahulu. Lalu di trimester ketiga, agar ibu mengalami kontraksi dan bukaan untuk persalinan normal, dokter akan menyarankan untuk sering jalan kaki, ngepel lantai posisi jongkok, dan menjelang HPL dapat melakukan hubungan suami istri. 4. Latihan Pernapasan Latihan pernapasan memang penting dalam proses persalinan. Waktu melahirkan anak ketiga kemarin, saya beruntung bertemu bidan yang enak dan informatif. Ia memandu pernapasan saya. Sebelumnya saya juga mengikuti senam hamil. Pingin sih ikut prenatal yoga tapi malah akhirnya enggak jadi daftar saking perut sudah begah dan kalau pagi saya malah ngantukan. Beneran kepakai banget teknik pernapasan untuk persalinan normal termasuk VBAC. 5. Kontrol Teratur Jangan remehkan kontrol ke dokter kandungan ya. Kalau pun selama ini ke bidan, menjelang HPL sebaiknya berkonsultasi juga ke dokter kandungan. Paling enggak bisa dicek melalui USG. Bagaimana kondisi janin, letak kepala janin, berat badan janin, posisi plasenta, dan jumlah ketuban. Kondisi-kondisi tersebut penting jika ingin melahirkan secara normal dan VBAC. Tidak boleh ada penyulit persalinan. 6. Jaga BB Janin Sebaiknya berat badan janin tidak terlalu besar. Mengapa? Alasannya simpel, agar mudah dilahirkan. Makanya menjelang HPL, BB janin dicek setiap minggu agar tidak kebablasan. 7. Pastikan Posisi Janin Bagus Posisi yang bagus maksudnya tidak terlilit tali pusat, tidak sungsang atau melintang. 8. Pastikan Kondisi Ibu Bagus Maksudnya panggul cukup untuk persalinan normal. Tidak ada riwayat hipertensi atau pre eklamsia, dan sebagainya. 9. Ajak Janin Mengobrol Sejak awal saya sudah berkomunikasi dengan janin agar sama-sama berjuang untuk VBAC. Agar ia membantu Bundanya untuk lahiran normal, cukup bulan dan sehat selamat. Bahkan untuk harinya saya sebutkan sehabis Kakak pentas, eh beneran di hari Kakak pentas deh. Hehe 10. Minta Dukungan Suami dan Keluarga Suport sistem memang sangat penting. Sejak mengetahui kalau hamil, saya sudah bilang ke suami dan keluarga kalau saya ingin lahiran normal. Tujuannya agar pemulihan lebih cepat. Maklum ada dua anak lain yang masih butuh perhatian Bundanya. Alhamdulillah sih suami dan keluarga suport banget. 11. Persiapkan Mental Bila Akhirnya Tetap Harus sc Bila akhirnya tetap harus sc, ibu sudah siap mental. Jangan sampai jadi stres sehingga ASI tidak keluar. Memang rasanya enggak enak kalau sudah kontraksi dan bukaan, tapi berakhir dengan sc. Saya tahu rasanya karena pernah mengalaminya. Ibaratnya mending dari awal sc sekalian jadi enggak perlu ngerasain sakitnya kontraksi. Hoho 12. Berdoa dan Pasrahkan Pada Allah Yang terakhir tapi paling penting tentu saja doa. Berdoa dengan spesifik. Lahir secara normal, sehat selamat ibu dan bayinya. Soal hasil pasrahkan pada Yang Kuasa. 12 tips di atas silakan dipraktikkan ya para ibu hamil yang ingin VBAC. Konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai kemungkinan bisa lahiran normal. Bersama Ayahku Ada yang mau sharing juga kah? Atau menambahkan tipsnya? Lanjut di komentar ya= Visited 1,744 times, 2 visits today

rumah sakit yang pro vbac