Pengertian wayang dalam bahasa Jawa Kuno berarti “bayangan” atau “gambaran”, sedangkan menurut G.A.J Hazeu, wayang adalah bayangan, sesuatu yang samar, dan menerawang. Hal ini sesuai dengan cara yang dilakukan saat pertunjukan wayang, yaitu dengan menyorot lampu pada kelir (layar putih) sehingga muncul bayangan dari wayang yang dimainkan.
khususnya Jawa adalah wayang. Cerita-cerita wayang bersumber pada epos Mahabrata dan Ramayana dalam bahasa Sansakerta yang berasal dari India. Setelah masuk ke Jawa kemudian disadur dan mendapatkan kreasi baru sesuai masyarakat setempat. Tradisi tersebut mendasari dan berperan besar dalam membentuk karakter dan eksistensi bangsa.
Namun, wayang dalam pengertian cerita yang ditulis sebagai karya sastra telah ditemukan dalam Kakawin Ramayana, yang muncul pada zaman pemerintahan Dyah Balitung yaitu pada periode 899-911 Masehi. Dalam bidang arkeologi membuktikan, bahwa pagelaran wayang sudah ada berdasarkan Prasasti Dyah Balitung dengan angka tahun 907 M. Dalam prasasti itu
Wayang Jemblung adalah pertunjukan wayang khas yang berasal dari daerah Banyumas dan Bagelen. [1] [2] [3] Wayang jemblung menekankan pada aspek lisan ( oral) dalam pementasannya. [4] Istilah jemblung merujuk pada bentuk wayang tanpa iringan gamelan. [4] Iringan dan musik pun dibawakan secara oral. [4]
Jawa, cerita Panji juga memiliki versi yang berbeda . wayang dalam bentuk drama tari topeng. Jawaban singkat terhadap persoalan itu ditemukan dalam pengertian kebijaksanaan (wisdom); dan
A8X3.
pengertian cerita wayang dalam bahasa jawa