Garamyang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam air mengalami hidrolisis sebagian. Karena salah satu komponen garam (anion dan asam lemah) mengalami hidrolisis menghasilkan ion OH - , maka pH > 7 sehingga larutan garam bersifat basa. Garamkalium asetat (CH₃COOK) merupakan garam hasil reaksi antara larutan asam lemah CH₃OOH dengan larutan basa kuat KOH. Garam CH₃OOK mengalami reaksi hidrolisis sebagian dan bersifat basa (pH > 7). CH₃OOH(aq) + KOH(aq) → CH₃OOK(aq) + H2O(l) Dengan demikian, larutan garam CH₃COOK dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru 1 Garam berikut yang mengalami hidrolisis sebagian dan bersifat asam adalah . 2. Hidrolisis tidak terjadi pada larutan . 3. Lakmus biru akan menjadi merah apabila dicelupkan dalam larutan . 4. Garam berikut yang jika dimasukkan dalam air akan mengubah warna lakmus merah menjadi biru adalah . 5. Jika, maka larutan akan bersifat asam dan jika Ka< Kb , maka larutan akan bersifat basa. Penentuan tetapan hidrolisis dan pH larutan garam Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari garam yang mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan. PEMAHAMANKONSEP HIDROLISIS GARAM PASCA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN LKS BERBANTUAN ANIMASI PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SAMPIT TAHUN AJARAN 2014/2015 Petrus Adi Susilo Mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya Korespondensi e-mail: petrusadisusilo@ HP +62 852 5093 4030 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XI l9UY8. - Garam adalah kata yang sangat akrab di dengar. Namun tahukah kamu bahwa ada banyak jenis garam di dunia? Garam adalah senyawa ionik yang terbentuk akibat reaksi netralisasi asam dan basa. Kebalikan reaksi netralisasi asam basa adalah hidrolisis garam. Hidrolisis berasal dari bahasa Yunani “hydro” yang berarti air dan “lysis” yang berarti lepas atau garam dapat diartikan sebagai reaksi reversible penguraian garam oleh air. Sehingga, hidrolisis garam adalah reaksi antara salah satu ion-ion garam kation atau anion dengan air dan membentuk larutan bersifat asam atau basa. Sifat asam atau basa larutan yang dihasilkan hidrolisis garam bergantung pada jenis asam basa yang membentuk garam tersebut. Baca juga Hukum Kekekalan Energi Pengertian, Rumus, dan Penerapannya Misalnya garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, serta garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa dari asam kuat dan basa kuat Dilansir dari The Fact Factor, garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak akan mengalami hidrolisis karena baik kation maupun anionnya tidak bereaksi dengan air. Misalnya garam natrium klorida NaCl yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, yaitu asam klorida HCl dan natrium hidroksida NaOH. NURUL UTAMI Ionisasi natrium klorida Dari reaksi terlihat ion yang terbentuk saat garam NaCl dilarutkan dalam air adalah OH- dan H+. keduanya akan saling menetralkan, dan tidak bereaksi dengan air. Dengan kata lain garam NaCl hanya terionisasi dan tidak terhidrolisis, sehingga larutan yang dihasilkannya bersifat netral pH=7. Garam dari asam kuat dan basa lemah Garam dari asam kuat dan basa lemah akan mengalami hidrolisis sebagian. Misalnya ammonium klorida NH4Cl yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, yaitu asam klorida HCl dan ammonia NH3. Amonia akan mengalami ionisasi terurai menjadi ion NH4+ dan Cl-. Baca juga Senyawa Hidrokarbon Pengertian, Rumus, Golongan, dan Contohnya Hi Jasmine J Kakak bantu jawab ya. Jawaban yang benar adalah C yaitu NH4Cl Berikut penjelasannya Hidrolisis merupakan istilah yang umum digunakan untuk reaksi zat dengan air hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air dan lysis yang berarti peruraian. Komponen garam kation dan anion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air terhidrolisis. Hidrolisis kation menghasilkan ion H3O^+ = H^+, sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion OH^-. Berikut jenis hidrolisis 1. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah. Baik kation maupun anion dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah terhidrolisis dalam air, sehingga disebut hidrolisis total. 2. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Hidrolisis menghasilkan ion H3O^+, maka larutan garam bersifat asam. Note Garam yang terbentuk dari basa lemah dan asam kuat mengalami hidrolisis kation hidrolisis parsial 3. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah Hidrolisis menghasilkan ion OH^-, maka larutan garam bersifat basa. Note Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis anion hidrolisis parsial 4. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Dengan demikian kita bisa mengetahui jenis hidrolisis dan sifat garam. 1. Garam CH3COONa CH3COONa >>> CH3COO^- + Na^+ Anion CH3COO^- berasal dari asam lemah yaitu CH3COOH , mengalami hidrolisis CH3COO^- + H2O >>> CH3COOH + OH^- Kation Na^+ berasal dari basa kuat yaitu NaOH, tidak terhidrolisis Na^+ + H2O >>> tidak terhidrolisis Ternyata hanya Anion yang terhidrolisis. Jenis hidrolisis ini disebut hidrolisis parsial/hidrolisis sebagian . Dari hasil hidrolisis anion menghasilkan ion OH^- yang menyatakan bahwa garam CH3COONa bersifat basa. 2. Garam HCOOK HCOOK >>> HCOO^- + K^+ Anion HCOO^- berasal dari asam lemah yaitu HCOOH, mengalami hidrolisis HCOO^- + H2O >>> HCOOH + OH^- Kation K^+ berasal dari basa kuat yaitu KOH, tidak terhidrolisis K^+ + H2O >>> tidak terhidrolisis Ternyata hanya Anion yang terhidrolisis. Jenis hidrolisis ini disebut hidrolisis parsial/hidrolisis sebagian . Dari hasil hidrolisis anion menghasilkan ion OH^- yang menyatakan bahwa garam HCOOK bersifat basa. 3. Garam NH4Cl NH4Cl >>> NH4^+ + Cl^- Kation NH4^+ berasal dari basa lemah yaitu NH3/NH4OH, mengalami hidrolisis NH4^+ + H2O >>> NH4OH + H^+ Anion Cl^- berasal dari asam kuat yaitu HCl, tidak terhidrolisis Cl^- + H2O >>> tidak terhidrolisis Ternyata hanya kation yang bisa terhidrolisis. Jenis hidrolisis ini disebut hidrolisis parsial/hidrolisis sebagian. Dari hasil hidrolisis kation menghasilkan ion H^+ yang menyatakan bahwa garam NH4Cl bersifat asam. 4. Garam KCl KCl >>> K^+ + Cl^- Kation K^+ berasal dari basa kuat yaitu KOH, tidak terhidrolisis K^+ + H2O >>> tidak terhidrolisis Anion Cl^- berasal dari asam kuat yaitu HCl, tidak terhidrolisis. Karena anion dan kation berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka garam KCl tidak mengalami hidrolisis. Sifat garam KCl tergantung kepada jumlah partikel asam kuat dan basa kuatnya, jika jumlah partikelnya sama maka garam bersifat netral. 5. Garam CH3COONH4 CH3COONH4 >>> CH3COO^- + NH4^+ Anion CH3COO- berasal dari asam lemah yaitu CH3COOH, mengalami hidrolisis CH3COO^- + H2O >>> CH3COOH + OH^- Kation NH4^+ berasal dari basa lemah yaitu NH4OH/NH3, mengalami hidrolisis NH4^+ + H2O >>> NH4OH + H^+ Ternyata anion dan kation dari garam CH3COONH4 mengalami hidrolisis maka jenis hidrolisis ini disebut hidrolisis total. Sifat garamnya tergantung pada nilai tetapan ionisasinya Ka/Kb, jika nilai Ka > Kb maka garam bersifat asam dan jika Ka < Kb maka garam bersifat basa. Dengan demikian garam yang mengalami hidrolisis sebagaian dan bersifat asam adalah NH4Cl. Hidrolisis garam adalah reaksi salah satu atau kedua ion kation/anion garam dengan air melepaskan ion atau Hidrolisis parsial atau sebagian terjadi ketika hanya salah satu ion yang bereaksi dengan air. Ion yang dapat terhidrolisis hanyalah ion yang berasal dari sisa asam dan basa lemah. Garam asam terbentuk dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah karena ion sisa basa lemah akan terhidrolisis dan menghasilkan ion . Opsi A merupakan larutan basa lemah dan merupakan larutan asam kuat, adapun reaksi kedua larutan sebagai berikut. larutan yang dihasilkan adalah larutan garam yang merupakan larutan garam asam. Reaksi hidrolisis garam tersebut sebagai berikut. Dengan demikian, campuran larutan ini dengan jumlah mol sama akan menghasilkan garam terhidrolisis sebagian yang bersifat asam. Opsi B merupakan larutan basa kuat dan merupakan larutan asam lemah, adapun reaksi kedua larutan sebagai berikut. larutan garam yang dihasilkan akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa. Hal ini disebabkan ion sisa asam lemah bereaksi dengan air dan melepas ion . Opsi C merupakan larutan basa lemah dan merupakan larutan asam kuat, adapun reaksi kedua larutan sebagai berikut. garam yang dihasilkan merupakan garam yang bersifat asam dan akan mengalami reaksi hidrolisis sebagian dari ion sisa basa lemahnya. Akan tetapi, pada campuran ini perbandingan mol tidak sama yaitu mol mol = 21. Sehingga, garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat asam dihasilkan dari pencampuran dua senyawa dengan jumlah mol yang sama antara dan HCI. Jadi, jawaban yang benar adalah A. PembahasanPilihan jawaban yang tepat adalah C Garam dari asam kuat dan basa lemah jika dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis sebagian. Hal ini disebabkan karena kation dari basa lemah dapat terhidrolisis, sedangkan anion dari asam kuat tidak mengalami hidtrolisis. Garam NH 4 ​ 2 ​ SO 4 ​ adalah garam yang terbentuk dari asam kuat H 2 ​ SO 4 ​ dan basa lemah NH 4 ​ OH . Sehingga kation dari garam tersebut yang akan terhidrolisis. Reaksi ionisasi NH 4 ​ 2 ​ SO 4 ​ → 2 NH 4 + ​ + SO 4 2 − ​ Reaksi hidrolisis NH 4 + ​ + H 2 ​ O ⇌ NH 4 ​ OH + H + Jadi, garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat asam adalah NH 4 ​ 2 ​ SO 4 ​ .Pilihan jawaban yang tepat adalah C Garam dari asam kuat dan basa lemah jika dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis sebagian. Hal ini disebabkan karena kation dari basa lemah dapat terhidrolisis, sedangkan anion dari asam kuat tidak mengalami hidtrolisis. Garam adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Sehingga kation dari garam tersebut yang akan terhidrolisis. Reaksi ionisasi Reaksi hidrolisis Jadi, garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat asam adalah .

garam yang mengalami hidrolisis sebagian dan bersifat basa adalah